Bismillahirrahmanir rahiim,
Assalamualaikum wR wB
PAGI !!! SUBHANALLAH! !!
Bukan sunnatullah jika seorang hamba merasa dirinya lebih baik, melihat dirinya lebih sempurna, lebih senang, lebih kaya, lebih putih, dirinya lebih dan lebih sehingga dia berpendapat bahwa dirinya betul-betul telah sempurna walaupun ternyata sarat dengan kekurangan.
Jika seseorang sudah merasa sempurna, terkadang dia lupa dengan saudaranya sesama insan yang punya perasaan sakit, senang, susah, enak, sedih seperti dirinya juga, dia hanya teringin bersama atau dipadukan dengan orang-orang yang menurutnya setaraf dengan derajat dirinya. Dia tidak ingin menerima orang-orang yang kurang sempurna atau lebih rendah derajatnya untuk dijadikan sahabat atau saudaranya, seraya memandang rendah serta remeh teradap orang-orang yang ditakdirkan hidup berkekurangan. Jika sudah demikian adanya, maka boleh dikatakan seorang yang bersikap demikian dikatakan sombong ataupun takabbur.
Kesombongan merupakan sikap yang dibenci tidak hanya dibenci oleh Allah swt dan rasul Nya saja, tetapi kesombongan merupakan satu sikap yang dibenci oleh setiap makhluk. Para malaikat, manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan kalau mereka ditakdirkan dapat berbicara tentu akan mengutuk ataupun menasehati orang-orang yang sombong itu. Dan Allah swt sendiri didalam sebuah hadis telah mengancam mereka yang bersikap sombong dengan mencampakkan muka mereka kedalam neraka Jahannam karena pada hakikatnya mereka telah merampas selendang kebesaran (kesombongan) Allah swt karena kesombongan itu hanya wajar untuk dimiliki oleh yang Maha Sempurna saja, Dialah Allah swt.
Sudah banyak contoh yang disampaikan didalam al Quran akibat bersikap sombong ini, sebagai ketua kesombongan itu ialah Iblis laknatullah alaihi, Raja Namrud nabi Ibrahim as, Fir'aun nabi Musa as, Hamman nabi Musa as, Qarun nabi Musa as, Yahudi nabi Musa as, Yahudi nabi Isa as, Abu Lahab nabi Muhammad saw, Yahudi nabi Muhammad saw, Yahudi dan Nasrani akhir zaman, kaum 'Aad nabi Hud as, kaum Tsamud nabi Sholeh as, kaum Madyan nabi Syu'aib as, Inggris sudah berakhir, Perancis sudah berakhir, Jerman sudah berakhir, Uni Sovyet sudah berkahir, Amerika menghitung hari insya Allah.
Sebagaimana kita juga telah membaca cerita-cerita rakyat yang mengutuk orang-orang yang bersikap sombong. Cerita Malin Kundang dari Sumatera Barat Indonesia dikutut menjadi batu, Si Tanggang dari Malaysia dikutuk menjadi burung.
Tidak ada dari mereka yang mendapatkan kebahagiaan bahkan sebaliknya mereka mendapatkan kehancuran dan kebinasan serta kehinaan di dunia dan di akherat.
Sikap tawadhu' merupakan sikap yang indah dipandang indah pula dirasa, ia merupakan sikap fitrah manusia, fitrah itu sentiasa menyukai setiap kebaikan, tutur kata yang baik, sikap lemah lembut, kasih sayang, hormat menghormati, jujur, ikhlas dan segala perkara yang baik dalam diri seorang hamba adalah fitrah dan semua makhluk menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan diantaranya tawadhu'.
Untuk meningkatkan tendensi tawadhu' didalam diri mari kita merenung sejenak permisalan berikut:
Hendaklah setiap kita memahami dari apa kita diciptakan, untuk apa kita diciptakan, dan kemana akhir perjalanan penciptaan.
Hendaklah kita banyak-banyak mengingat kematian.
Pernahkah kita melihat bagaimana saat makanan dimasukkan kemulut bayi mungil yang belum bisa berbuat apa-apa? Tentu, saat melihat bayi makan makanan akan terbit dihati kita rasa kasih sayang, gemes dan teringin juga menyuapkan makanan kedalam mulut bayi itu seraya memeluknya.
Pernahkah kita melihat bagaimana seorang tua renta yang sudah tidak kuat berjalan dengan susah payah memasukkan makanan kedalam mulutnya dengan tangannya yang sentiasa gemetaran? Tentu, saat melihat kejadian itu ada rasa hiba dan sedih didalam hati kita kemudian terbit keinginan untuk bantu menyuapkan makanan itu kedalam mulut orang tua renta itu dengan penuh kasih sayang.
Pernahkah kita melihat mereka yang kurang bernasib baik mengais sisa-sisa makanan ditempat-tempat sampah? Tentulah kita terfikir andaikan saja saya sekarang ini jadi orang kaya.
Pernahkah kita melihat seorang pemulung yang sudah bungkuk dengan pakaian yang seadanya dan suah compang-camping mengais-ngais apa yang kira-kira dapat dijual demi sesuap nasi yang halal masuk kedalam perutnya yang sedang kelaparan gak ketulungan? Tentulah kita terfikir, andaikan saja saya dapat membantu.
Pernahkah kita melihat mereka yang kecewa karena ditolak lamaran kerjanya, manakala dia betul-betul mengharapkan pekerjaan itu demi sesuap nasi untuk anak isterinya? Tentulah kita merasa hiba.
Pernahkah kita melihat mereka yang ditolak lamaran nikahnya, padahal dia berazam dengan bersungguh hati untuk menjadi seorang yang lebih sempurna agama dan akhlaknya? Tentulah kita akan mengatakan dimanakah letak "teposelero" .
Pernahkah kita melihat anak kecil menangis dengan ingusnya meleleh bercampur air matanya karena menahan lapar atau demam didalam gendongan ibuny yang kebingungan? Tentulah kita akan menanyakan ibu itu apa yang bisa dibantu.
Pernahkah kita melihat orang tua renta yang sudah kehilangan keluarga hidup dengan kebimbangan ditengah-tengah congkaknya ibukota? Tentulah kita mambayangkan bagaimana kalau itu adalah aku.
Kita tentu sudah pernah melihat semua kejadian diatas tadi, mengapa harus menjadi sombong..... ?????
Maka saya dengan demkian mengatakan SELAMAT kepada anda yang hidup dalam kemiskinan, karena dengan demikian jika anda suatu saat nanti menjadi orang kaya, maka anda masih ingat derita lapar dan hinaan, dan saya ucapkan SELAMAT kepada anda yang pernah ditolak lamaran kerja dan nikahnya, karena anda nanti akan lebih bijak jika suatu saat nanti anda menjadi seorang Boss atau seorang ayah yang memiliki anak gadis, dan saya mengucapkan SELAMAT kepada anda yang memiliki anak yang sakit-sakitan, karena dengan demikian anda memahami derita orang tua tidak mampu membeli obat untuk anak-anaknya yang sakit, dan saya mengucapkan SELAMAT kepada anda yang memiliki anak-anak yang kurus kering kurang vitamin, karena jika anda berkemampuan untuk membeli susu maka tidak lupa derita mereka yang kesusahan. Dan saya ucapakn SELAMAT jika anda dapat merengungi PERMISALAN diatas dengan penuh keinsafan, karena dengan demikian insya Allah anda masih memiliki hati yang indah. Tidakkah kita mengambil pelajaran... ?
Ya Allah berilah kami hati-hati yang benar dan ikhlas.
Wassalamualaikum wR wB
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Sunday, July 19, 2009
Thursday, July 16, 2009
Wednesday, July 15, 2009
Doa Sebelum Salam
Assalamualaikum wR wB
Kiamat sudah semakin dekat,
Fitnah semakin bermaharajalela,
Kematian yang mana dapat aku sekat?
Sementara diri sentiasa leka.
PAGI!!!
Doa yang dapat menyelamatkan kita dari lima keburukan :
Rasulullah saw berpesan yang diriwayatkan oleh imam Bukhariy daripada Abu Hurairah ra beliau berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يدعو (اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال(
Yang bermaksud :
Bahawasanya Rasulullah saw berdoa : “Ya Allahu aku berlindung kepadaMu dari azab kubur, dan dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fintah Masiih Dajjal”.
Bacalah sekurang-kurangnya setiap selesai membaca al-tahiyat akhir. Insya Allah kita akan terjaga dari kelima musibah tadi.
Semoga manfaat.
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Kiamat sudah semakin dekat,
Fitnah semakin bermaharajalela,
Kematian yang mana dapat aku sekat?
Sementara diri sentiasa leka.
PAGI!!!
Doa yang dapat menyelamatkan kita dari lima keburukan :
Rasulullah saw berpesan yang diriwayatkan oleh imam Bukhariy daripada Abu Hurairah ra beliau berkata :
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يدعو (اللهم إني أعوذ بك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال(
Yang bermaksud :
Bahawasanya Rasulullah saw berdoa : “Ya Allahu aku berlindung kepadaMu dari azab kubur, dan dari azab neraka, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari fintah Masiih Dajjal”.
Bacalah sekurang-kurangnya setiap selesai membaca al-tahiyat akhir. Insya Allah kita akan terjaga dari kelima musibah tadi.
Semoga manfaat.
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Sukses Dengan Tawakkal dan Takwa
Assalamualikum wR wB
PAGI!!!
Allah berfirman :
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً) (الطلاق : 2 )
(وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً) (الطلاق : 3 )
Yang bermaksud :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar . Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.s . Al-Thalaq : 2 - 3)
Ayat kedua dan ketiga dari surah al-Thalaq diatas telah mengingatkan kita akan sebuah ayat yang tidak asing lagi bagi kita iaitu ayat "seribu dinar", bahkan mayoriti dari kita tidak mengetahui bahawa ayat ini telah tertulis didalam surah al-Thalaq dan bukan ditulis sebagai ayat seribu dinar.
Setakat ini tidak ada cerita yang "sahih" mengenai asal-usul dinamakan ianya sebagai ayat seribu dinar, atau ayat seribu keping emas. Bahkan cerita yang tuliskan dibeberapa riwayat mengenai asal-usul nama ayat ini sebagai ayat seribu dinar lebih kepada cerita dongengan yang tidak masuk akal dan yang meriwayatkan cerita berkenaan tidak jelas siapa orangnya.
Menurut kitab-kitab sejarah (sirah) Rasulullah saw dan para sahabat tidak pernah mengenal ayat seribu dinar yang mereka kenal ayat ini merupakan bahagian dari ayat-ayat didalam surah al-Thalaq.
Untuk mendapatkan kejayaan dan janji-janji Allah swt, maka sekurang-kurangnya manusia hendaklah memiliki 2 perkara didalam hidupnya.
Pertama : Taqwa dan
Kedua : Tawakkal
Imam al-Thabariy (imam kepada ahli tafsir) menjelaskan didalam kitabnya "Jaami' al-Bayaan an Ta'wwil aayi al-Quraan" atau lebih dikenal sebagai Tafsir al-Thabariy menjelaskan maksud bertakwa seperti berikut :
"Takut kepada Allah swt, maka dia mengerjakan apa yang telah diperintahkan olehNya, serta menjauhkan segala apa yang ditegah olehNya" .
Manakala tawakkal pula bermakna :
"Menyerahkan segala urusannya kepada Allah" atau lebih sesuai kita katakan sebagai berserah diri kepada Allah. Sebagaimana kita sering mengalunkan zikir pada lisan kita "hasbunallau wa ni'mal wakiil ni'mal mawlaa wa ni'mannashiir" (cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik yang Sembahan dan sebaik-baik Penolong".
Didalam ayat-ayat yang mulia ini, Allah swt telah berpesan dan mengajarkan kepada kita hamba-hambaNya, bahawa kejayaan itu dapat diraih dengan dua perkara iaitu bertakwa dan bertawakkal. Jika kedua perkara ini jika dimiliki oleh seorang hamba, maka tidak dapat diragukan lagi Allah akan mengasihi dan mencintainya sebagaimana dijelaskan didalam surah al-Hujurat ayat ke 13 yang bermaksud : "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu disisi Allah swt ialah yang paling bertakwa diantara kamu semua"
Bertaqwa menyebabkan seseorang dimuliakan oleh Allah swt, jika Allah swt sudah memuliakan seseorang, maka atas sebab apa dia tidak berhak mendapatkan pertolonganNya? Manakala Allah swt zat yang "Maha Agung" itu telah berjanji bagi mereka yang bertakwa akan memberikan mereka jalan keluar dari setiap urusannya.
Jika Allah swt telah campur tangan didalam urusan hamba-hamba yang bertakwa, maka boleh kita bayangkan bagaimana keadaan dan urusan seseorang yang Allah swt sendiri share dalam urusannya? Adakah hidupnya akan menjadi susah? Ataukah dia akan mendapatkan kebahgiaan? bayangkan ini campur tangan Allah swt dan bukan campur tangan manusia!!
Allah swt yang selesaikan problematika kehidupannya, Allah swt yang menunjukkan jalan keluar bagi setiap kesempitan hidupnya, Allah swt yang menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangan dan kakinya demikian juga sentuhan-sentuhan nuraninya. Maka jika Allah swt telah berbuat, siapakah yang dapat menolak keinginanNya??
Manakala kunci kejayaan seorang muslim yang kedua iaitu bertawakkal.
Berserah diri kepada Allah swt menurut Rasulullah saw hendaklah dimulakan dengan usha yang bersungguh-sungguh, sebagaimana Rasulullah saw pernah ditanyakan oleh seorang sahabat : "Ya Rasulullah, adakah sudah dikatakan saya bertawakkal kepada Allah swt jika saya lepaskan kendaraan saya (Onta) kemudian saya melakukan solat?" maka Rasulullah saw bersabda : "Hendaklah engkau ikat kendaraanmu itu barulah engkau solat ".
Jika seorang hamba telah berusaha dengan bersungguh-sungguh seraya dia berdao kepada Allah swt semoga usahanya mendapatkan kejayaan, kemudian dia bertawakkal atau berserah diri, maka Allah swt telah berjanji didalam ayat tadi, bahawa Dia akan mencukupi apa yang diperluka oleh hamba-hambaNya.
Diriwayatkan oleh imam al-Tirmiziy
عن عمر بن الخطاب قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو أنكم كنتم توكلون على الله حق توكله لرزقتم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا
yang bermaksud :
Daripada Umar bin Khattab ra beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah saw "Seandainya kamu semua bertawakkal kepada Allah swt sebenar-benar tawakkal, tentu Allah swt akan memberimu rezeki sebagaimana burung-burung yang diberikan rezeki, mereka pergi dipagi hari meninggalkan sarangnya dalam keadaan perut kosong, dan kembali dalam keadaan perut kenyang".
Jika membaca hadis ini mungkin terpikir oleh kita, betapa Agungya Allah swt yang mengatakan zatNya al-Razzaaq (Maha Pemberi Rezeki), burung yang tidak memiliki kerja tetap, tidak memilki pejabat, dapat hidup mungkin lebih bahgia berbanding kehidupan manusia, mereka dapat membesarkan anak-anaknya, siang mencari rezeki, malam dapat rehat dengan tenang bersama keluarganya.
Kita terkadang lebih teruk daripada burung-burung itu, kerana tidak ada sifat tawakkal dan pikiran kita hanya terfokuskan kepada target-target kehidupan yang bernuansakan materialistik dan kekayaan dunia belaka. Sehingga siang dan malam, tidak ada masa untuk mengingat Allah swt, manakala Allah swt menjelaskan didalam al-Quran bahawa siang itu untuk mencari nafkah dan malam untuk berdiam atau rehat.
Akhirnya, saya berpesan kepada diri sendiri dan kepada sahabat semua, marilah kita raih kejayaan itu dengan dua perkara ketakwaan dan tawakkal, karena jika seorang telah memiliki kedua sifat ini, maka Allah swt berjanji akan menjadi penjamin didalam setiap urusannya. Maka siapakah yang lebih baik dan paling baik menjadi penjamin selain Allah swt?
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
PAGI!!!
Allah berfirman :
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً) (الطلاق : 2 )
(وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْراً) (الطلاق : 3 )
Yang bermaksud :
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar . Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. (Q.s . Al-Thalaq : 2 - 3)
Ayat kedua dan ketiga dari surah al-Thalaq diatas telah mengingatkan kita akan sebuah ayat yang tidak asing lagi bagi kita iaitu ayat "seribu dinar", bahkan mayoriti dari kita tidak mengetahui bahawa ayat ini telah tertulis didalam surah al-Thalaq dan bukan ditulis sebagai ayat seribu dinar.
Setakat ini tidak ada cerita yang "sahih" mengenai asal-usul dinamakan ianya sebagai ayat seribu dinar, atau ayat seribu keping emas. Bahkan cerita yang tuliskan dibeberapa riwayat mengenai asal-usul nama ayat ini sebagai ayat seribu dinar lebih kepada cerita dongengan yang tidak masuk akal dan yang meriwayatkan cerita berkenaan tidak jelas siapa orangnya.
Menurut kitab-kitab sejarah (sirah) Rasulullah saw dan para sahabat tidak pernah mengenal ayat seribu dinar yang mereka kenal ayat ini merupakan bahagian dari ayat-ayat didalam surah al-Thalaq.
Untuk mendapatkan kejayaan dan janji-janji Allah swt, maka sekurang-kurangnya manusia hendaklah memiliki 2 perkara didalam hidupnya.
Pertama : Taqwa dan
Kedua : Tawakkal
Imam al-Thabariy (imam kepada ahli tafsir) menjelaskan didalam kitabnya "Jaami' al-Bayaan an Ta'wwil aayi al-Quraan" atau lebih dikenal sebagai Tafsir al-Thabariy menjelaskan maksud bertakwa seperti berikut :
"Takut kepada Allah swt, maka dia mengerjakan apa yang telah diperintahkan olehNya, serta menjauhkan segala apa yang ditegah olehNya" .
Manakala tawakkal pula bermakna :
"Menyerahkan segala urusannya kepada Allah" atau lebih sesuai kita katakan sebagai berserah diri kepada Allah. Sebagaimana kita sering mengalunkan zikir pada lisan kita "hasbunallau wa ni'mal wakiil ni'mal mawlaa wa ni'mannashiir" (cukuplah Allah bagi kami sebaik-baik yang Mewakili, sebaik-baik yang Sembahan dan sebaik-baik Penolong".
Didalam ayat-ayat yang mulia ini, Allah swt telah berpesan dan mengajarkan kepada kita hamba-hambaNya, bahawa kejayaan itu dapat diraih dengan dua perkara iaitu bertakwa dan bertawakkal. Jika kedua perkara ini jika dimiliki oleh seorang hamba, maka tidak dapat diragukan lagi Allah akan mengasihi dan mencintainya sebagaimana dijelaskan didalam surah al-Hujurat ayat ke 13 yang bermaksud : "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu disisi Allah swt ialah yang paling bertakwa diantara kamu semua"
Bertaqwa menyebabkan seseorang dimuliakan oleh Allah swt, jika Allah swt sudah memuliakan seseorang, maka atas sebab apa dia tidak berhak mendapatkan pertolonganNya? Manakala Allah swt zat yang "Maha Agung" itu telah berjanji bagi mereka yang bertakwa akan memberikan mereka jalan keluar dari setiap urusannya.
Jika Allah swt telah campur tangan didalam urusan hamba-hamba yang bertakwa, maka boleh kita bayangkan bagaimana keadaan dan urusan seseorang yang Allah swt sendiri share dalam urusannya? Adakah hidupnya akan menjadi susah? Ataukah dia akan mendapatkan kebahgiaan? bayangkan ini campur tangan Allah swt dan bukan campur tangan manusia!!
Allah swt yang selesaikan problematika kehidupannya, Allah swt yang menunjukkan jalan keluar bagi setiap kesempitan hidupnya, Allah swt yang menjadi pendengarannya, penglihatannya, tangan dan kakinya demikian juga sentuhan-sentuhan nuraninya. Maka jika Allah swt telah berbuat, siapakah yang dapat menolak keinginanNya??
Manakala kunci kejayaan seorang muslim yang kedua iaitu bertawakkal.
Berserah diri kepada Allah swt menurut Rasulullah saw hendaklah dimulakan dengan usha yang bersungguh-sungguh, sebagaimana Rasulullah saw pernah ditanyakan oleh seorang sahabat : "Ya Rasulullah, adakah sudah dikatakan saya bertawakkal kepada Allah swt jika saya lepaskan kendaraan saya (Onta) kemudian saya melakukan solat?" maka Rasulullah saw bersabda : "Hendaklah engkau ikat kendaraanmu itu barulah engkau solat ".
Jika seorang hamba telah berusaha dengan bersungguh-sungguh seraya dia berdao kepada Allah swt semoga usahanya mendapatkan kejayaan, kemudian dia bertawakkal atau berserah diri, maka Allah swt telah berjanji didalam ayat tadi, bahawa Dia akan mencukupi apa yang diperluka oleh hamba-hambaNya.
Diriwayatkan oleh imam al-Tirmiziy
عن عمر بن الخطاب قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لو أنكم كنتم توكلون على الله حق توكله لرزقتم كما يرزق الطير تغدو خماصا وتروح بطانا
yang bermaksud :
Daripada Umar bin Khattab ra beliau berkata : Telah bersabda Rasulullah saw "Seandainya kamu semua bertawakkal kepada Allah swt sebenar-benar tawakkal, tentu Allah swt akan memberimu rezeki sebagaimana burung-burung yang diberikan rezeki, mereka pergi dipagi hari meninggalkan sarangnya dalam keadaan perut kosong, dan kembali dalam keadaan perut kenyang".
Jika membaca hadis ini mungkin terpikir oleh kita, betapa Agungya Allah swt yang mengatakan zatNya al-Razzaaq (Maha Pemberi Rezeki), burung yang tidak memiliki kerja tetap, tidak memilki pejabat, dapat hidup mungkin lebih bahgia berbanding kehidupan manusia, mereka dapat membesarkan anak-anaknya, siang mencari rezeki, malam dapat rehat dengan tenang bersama keluarganya.
Kita terkadang lebih teruk daripada burung-burung itu, kerana tidak ada sifat tawakkal dan pikiran kita hanya terfokuskan kepada target-target kehidupan yang bernuansakan materialistik dan kekayaan dunia belaka. Sehingga siang dan malam, tidak ada masa untuk mengingat Allah swt, manakala Allah swt menjelaskan didalam al-Quran bahawa siang itu untuk mencari nafkah dan malam untuk berdiam atau rehat.
Akhirnya, saya berpesan kepada diri sendiri dan kepada sahabat semua, marilah kita raih kejayaan itu dengan dua perkara ketakwaan dan tawakkal, karena jika seorang telah memiliki kedua sifat ini, maka Allah swt berjanji akan menjadi penjamin didalam setiap urusannya. Maka siapakah yang lebih baik dan paling baik menjadi penjamin selain Allah swt?
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Bicara Tentang Hati
Assalamualaikum wR wB
LUAR BIASA, PAGI!!!
BICARA TENTANG HATI
Entah berapa jarak yang sudah aku tempuhi, namun…
Daku sentiasa sunyi dan sepi…
Gelisah, resah, gundah menghantui…
Ada apa dengan hati…???!!!
Hati merupakan bahagian yang terpenting didalam tubuh badan kita, bahkan kita tidak akan dapat hidup tanpanya. Jika dialam tiap-tiap negeri ada seorang raja baginya, maka hatilah “raja” bagi tubuh badan manusia .
Bagaimanakah sifat hati itu?
Hati disebut didalam bahasa Arab sebagai “Qalbun” yang bermaksud “sentiasa berdolak dalik”, penamaan itu sesuai betul dengan keadaannya yang sentiasa tidak konsisten. Adakalanya kita benci dengan seseorang, namun dalam sekejap mata kebencian itu bertukar kepada rasa cinta dan sayang. Ada juga kalanya kita sangat mencintai serta menyayangi seseorang, namun dalam sekerlip pandangan mata, rasa cinta dan sayang itu bertukar kepada perasaan benci.
Demikan pula didalam perkara keimanan, terkadang kita rasakan begitu khusyuknya kita solat, dan syahdunya kita membaca al-Quran, hinggalah terkadang kita meneteskan air mata kerana rasa rindu kepada Allah swt yang membuncah-buncah, kita merindukan mesjidnya, kita juga merindukan kitabnya, kita juga merindukan memanggil-manggil namanya. Namun terkadang kita melupakan Allah swt, tidak ingat akan zatNya, lupa keatas segala nikmatNya, bahkan sikap kita terkadang sudah menyerupai sikap ahli-ahli nerakaNya. Begitulah hati ini sentiasa berdolak-dalik.
Beruntunglah mereka yang memiliki hati yang tentram dan tenang, hatinya sentiasa terikat dengan Allah swt, maka bagi mereka surga Allah swt dan dimasukkan kedalam hamba-hambaNya yang solih. Allah swt menjelaskan didalam al-Quran keutamaan mereka yang memiliki jiwa-jiwa yang tenang didalam surah al-Fajr ayat ke 27 – 30 :
(يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ) (الفجر : 27 ) (ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً) (الفجر : 28 ) (فَادْخُلِي فِي عِبَادِي) (الفجر : 29 ) (وَادْخُلِي جَنَّتِي) (الفجر : 30 )
Yang bermaksud :
“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku”.
Hati merupakan tempat jatuhnya pandangan Allah swt, kerana disitulah niat baik dan buruk bermula, dan Allah swt telah menjelaskan kepada kita melalui lisan rasulnya yang bersabda :
عن ابن عباس رضي الله عنهما : عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يروي عن ربه عز وجل . قال قال (إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها وعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ومن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له سيئة واحدة(
Yang bermaksud :
Daripada Ibnu ‘Abbas ra : daripada nabi saw sebagaimana yang diriwayatkan daripada Allah swt, beliau mengatakan “Sesungguhnya Allah swt telah menuliskan kebaikan dan keburukan, kemudian dijelaskan maksudnya, maka barangsiapa yang berkeinginan “dihatinya” untuk melakukan kebaikan maka dia belum melaksanakannya, Allah swt telah menulis baginya satu kebaikan penuh, maka jika berkeinginan melakukan satu kebaikan dan dia telah mengerjakannya, maka dituliskan baginya sepuluh kebaikan hingga digandakan kepada tujuh ratus kali ganda dan kepada kebaikan yang sangat banyak. Dan barangsiapa yang berkinginan melakukan satu keburukan maka seseorang belum melaksanakannya telah ditulis oleh Allah swt baginya satu kebaikan penuh, maka jika seseorang berkeinginan untuk melakukan keburukan, maka dia telah melaksanakannya, maka baginya telah Allah swt tulis sebagai satu kejahatan sahaja. (Bukhari Muslim)
Didalam hadis lain Rasulullah saw mengajarkan kepada kita sebagai berikut :
عن أسامة ( وهو ابن زيد ) أنه سمع أبا سعيد مولى عبدالله بن عامر بن كريز يقول سمعت أبا هريرة يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله لا ينظر إلى أجسادكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأشار بأصابعه إلى صدره.
Yang bermaksud :
Daripada Usamah, bahawasanya beliau telah mendengar Abi said maula Abdillah bin Amir bin Kuraiz mengatakan : saya telah mendengar Abu Hurairah mengatakan : Telah bersabda Rasulullah saw “Sesungguhnya Allah swt tidak melihat kepada (kecantikan) tubuh badan kamu, dan tidak pula melihat kepada rupa kamu, tetapi pandangan Allah jatuh kepda hati-hati kamu” seraya Rasulullah saw menunjukkan kearah dadanya (tempat hati itu berada). (Muslim)
Saudara demi melihat hati itu sentiasa berdolak dalik manakala ianya begitu penting kedudukannya disisi Allah swt, maka Rasulullah saw sentiasa beamal dengan zikir seperti dibawah ini :
عن أنس قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك فقلت يا رسول الله آمنا وبك وبما جئت به فهل تخاف علينا ؟ قال نعم إن القلوب بين إصبعين من أصابع الله يقلبهما كما يشاء.
Yang bermaksud :
Daripada Anas ra beliau berkata : Bahawasanya Rasulullah saw banyak mengatakan “Wahai Yang memutarbalikkan hati, tetapkanlah hatiku keatas agamamu”. Maka saya mengatakan “Wahai Rasulullah saw kami telah beriman kepadamu dan dengan apa-apa yang datang bersamamu (al-Quran dan al-Sunnah) maka adakah engkau takut keatas kami? Beliau mengatakan “Betul, sesungguhnya hati itu terletak antara dua jari-jari Allah swt didolak-dalikkan sesuai dengan kehendaknya”. (Tirmizi)
Demikianlah keadaan hati itu, sentiasa bertukar dan berdolak dalik, marilah kita memperbanyak zikir Rasulullah saw ini :
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Semoga dengan zikir ini hati kita sentiasa menjadi tentram dan tetap pada agamaNya, sehingga kita jika kembali kepada Allah swt dalam keadaan husnul khatimah (kesudahan yang baik).
“Ya Allah berilah kepada kami hati-hati yang kyusuk, hati-hati yang sujud, dan hati-hati yang bersyukur”.
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
LUAR BIASA, PAGI!!!
BICARA TENTANG HATI
Entah berapa jarak yang sudah aku tempuhi, namun…
Daku sentiasa sunyi dan sepi…
Gelisah, resah, gundah menghantui…
Ada apa dengan hati…???!!!
Hati merupakan bahagian yang terpenting didalam tubuh badan kita, bahkan kita tidak akan dapat hidup tanpanya. Jika dialam tiap-tiap negeri ada seorang raja baginya, maka hatilah “raja” bagi tubuh badan manusia .
Bagaimanakah sifat hati itu?
Hati disebut didalam bahasa Arab sebagai “Qalbun” yang bermaksud “sentiasa berdolak dalik”, penamaan itu sesuai betul dengan keadaannya yang sentiasa tidak konsisten. Adakalanya kita benci dengan seseorang, namun dalam sekejap mata kebencian itu bertukar kepada rasa cinta dan sayang. Ada juga kalanya kita sangat mencintai serta menyayangi seseorang, namun dalam sekerlip pandangan mata, rasa cinta dan sayang itu bertukar kepada perasaan benci.
Demikan pula didalam perkara keimanan, terkadang kita rasakan begitu khusyuknya kita solat, dan syahdunya kita membaca al-Quran, hinggalah terkadang kita meneteskan air mata kerana rasa rindu kepada Allah swt yang membuncah-buncah, kita merindukan mesjidnya, kita juga merindukan kitabnya, kita juga merindukan memanggil-manggil namanya. Namun terkadang kita melupakan Allah swt, tidak ingat akan zatNya, lupa keatas segala nikmatNya, bahkan sikap kita terkadang sudah menyerupai sikap ahli-ahli nerakaNya. Begitulah hati ini sentiasa berdolak-dalik.
Beruntunglah mereka yang memiliki hati yang tentram dan tenang, hatinya sentiasa terikat dengan Allah swt, maka bagi mereka surga Allah swt dan dimasukkan kedalam hamba-hambaNya yang solih. Allah swt menjelaskan didalam al-Quran keutamaan mereka yang memiliki jiwa-jiwa yang tenang didalam surah al-Fajr ayat ke 27 – 30 :
(يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ) (الفجر : 27 ) (ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً) (الفجر : 28 ) (فَادْخُلِي فِي عِبَادِي) (الفجر : 29 ) (وَادْخُلِي جَنَّتِي) (الفجر : 30 )
Yang bermaksud :
“Wahai jiwa yang tenang, Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam syurga-Ku”.
Hati merupakan tempat jatuhnya pandangan Allah swt, kerana disitulah niat baik dan buruk bermula, dan Allah swt telah menjelaskan kepada kita melalui lisan rasulnya yang bersabda :
عن ابن عباس رضي الله عنهما : عن النبي صلى الله عليه وسلم فيما يروي عن ربه عز وجل . قال قال (إن الله كتب الحسنات والسيئات ثم بين ذلك فمن هم بحسنة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها وعملها كتبها الله له عنده عشر حسنات إلى سبعمائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ومن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله له عنده حسنة كاملة فإن هو هم بها فعملها كتبها الله له سيئة واحدة(
Yang bermaksud :
Daripada Ibnu ‘Abbas ra : daripada nabi saw sebagaimana yang diriwayatkan daripada Allah swt, beliau mengatakan “Sesungguhnya Allah swt telah menuliskan kebaikan dan keburukan, kemudian dijelaskan maksudnya, maka barangsiapa yang berkeinginan “dihatinya” untuk melakukan kebaikan maka dia belum melaksanakannya, Allah swt telah menulis baginya satu kebaikan penuh, maka jika berkeinginan melakukan satu kebaikan dan dia telah mengerjakannya, maka dituliskan baginya sepuluh kebaikan hingga digandakan kepada tujuh ratus kali ganda dan kepada kebaikan yang sangat banyak. Dan barangsiapa yang berkinginan melakukan satu keburukan maka seseorang belum melaksanakannya telah ditulis oleh Allah swt baginya satu kebaikan penuh, maka jika seseorang berkeinginan untuk melakukan keburukan, maka dia telah melaksanakannya, maka baginya telah Allah swt tulis sebagai satu kejahatan sahaja. (Bukhari Muslim)
Didalam hadis lain Rasulullah saw mengajarkan kepada kita sebagai berikut :
عن أسامة ( وهو ابن زيد ) أنه سمع أبا سعيد مولى عبدالله بن عامر بن كريز يقول سمعت أبا هريرة يقول : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن الله لا ينظر إلى أجسادكم ولا إلى صوركم ولكن ينظر إلى قلوبكم وأشار بأصابعه إلى صدره.
Yang bermaksud :
Daripada Usamah, bahawasanya beliau telah mendengar Abi said maula Abdillah bin Amir bin Kuraiz mengatakan : saya telah mendengar Abu Hurairah mengatakan : Telah bersabda Rasulullah saw “Sesungguhnya Allah swt tidak melihat kepada (kecantikan) tubuh badan kamu, dan tidak pula melihat kepada rupa kamu, tetapi pandangan Allah jatuh kepda hati-hati kamu” seraya Rasulullah saw menunjukkan kearah dadanya (tempat hati itu berada). (Muslim)
Saudara demi melihat hati itu sentiasa berdolak dalik manakala ianya begitu penting kedudukannya disisi Allah swt, maka Rasulullah saw sentiasa beamal dengan zikir seperti dibawah ini :
عن أنس قال : كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يكثر أن يقول يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك فقلت يا رسول الله آمنا وبك وبما جئت به فهل تخاف علينا ؟ قال نعم إن القلوب بين إصبعين من أصابع الله يقلبهما كما يشاء.
Yang bermaksud :
Daripada Anas ra beliau berkata : Bahawasanya Rasulullah saw banyak mengatakan “Wahai Yang memutarbalikkan hati, tetapkanlah hatiku keatas agamamu”. Maka saya mengatakan “Wahai Rasulullah saw kami telah beriman kepadamu dan dengan apa-apa yang datang bersamamu (al-Quran dan al-Sunnah) maka adakah engkau takut keatas kami? Beliau mengatakan “Betul, sesungguhnya hati itu terletak antara dua jari-jari Allah swt didolak-dalikkan sesuai dengan kehendaknya”. (Tirmizi)
Demikianlah keadaan hati itu, sentiasa bertukar dan berdolak dalik, marilah kita memperbanyak zikir Rasulullah saw ini :
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Semoga dengan zikir ini hati kita sentiasa menjadi tentram dan tetap pada agamaNya, sehingga kita jika kembali kepada Allah swt dalam keadaan husnul khatimah (kesudahan yang baik).
“Ya Allah berilah kepada kami hati-hati yang kyusuk, hati-hati yang sujud, dan hati-hati yang bersyukur”.
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Obat Hati
Assalamualaikum wR wB
PAGI!!! LUAR BIASA!!!
Rasulullah saw telah bersabda tentang hati itu :
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب
Yang bermaksud :
“Ketahuilah bawaha didalam jasa ada segumpal (seketul) daging, jika baik dia, (maka) baiklah jasad keseluruhannya, dan jika rosak dia, (maka) rosaklah jasad keseluruhannya. Ketahuilah dia itulah “HATI”. (H.R. Bukhari Muslim)
Hati itu bagaikan sebuah antenna yang sangat sensitive, antenna yang sensitive akan menerima segala macam siaran yang sedang mengudara, sehingga semua siaran masuk kedalam radio yang sedang dihidupkan.
Begitu juga hati manusia itu ketika bangun dipagi hari dalam keadaan bersih atau baru “ON” kemudian seorang manusia berhadapan dengan perjuangan “hidup” yang bemacam ragamnya, sehingga hati tadi menerima sinyal yang berbeda-beda, setiap sinyal yang diterima telah memberi efek terhadap hati, hati yang pagi tadi keadaannya masih bersih kini dia sudah merekam berbagai-bagai problematika kehidupan sehingga dipetang hari hati itu mula calar dan ternoda.
Sinyal pada harinya itu ada yang menyenangkan sehingga hati seseorang itu menjadi gembira ada pula yang menyakitkan sehingga hatinya menjadi sedih, ada pula yang mengecewakan sehingga hatinya menjadi geram dan resah. Begitulah seterusnya kehidupannya bergulir penuh dengan sinyal-sinyal permasalahan baik ataupun buruk.
Hati itupun semakin tua, beriringan dengan usia orang yang membawanya, maka hati yang putih itu semakin bertambah runyam dan sekrang kelihatan berkarat, setiap hari hatinya semakin keras dan menghitam, karena tidak pernah disirami oleh sinar-sinar lembutnya “alunan” al-Quran, hatinya tidak disinari oleh belaian kasih sayang nabinya, hatinya tidak pernah diusahakan untuk di “defrag” kembali agar kehidupan esoknya dapat dengan tegar menerima sinyal yang berbagai rupa dan kerenahnya.
Hati itupun keras. Adakah ianya sekeras batu? Tidak ia tidak sekeras batu tetapi lebih keras lagi, apakah itu agaknya? Besikah yang lebih keras dari batu. Betul, hatinya telah menjadi keras lebih keras dari batu!!! Manakala batu-batu itu ada yang memancar darinya sungai-sungai, ada pula diantara batu-batu itu yang pecah kemudian mengalir pula darinya air, dan adapula yang runtuh karena takut kepada Allah swt . Maka berfirmanlah Allah swt didalam surah al-Bqarah mengenai hati manusia itu :
(ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ) (البقرة : 74 )
"Kemudian sesudah itu, hati kamu juga menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. padahal di antara batu-batu itu ada Yang terpancar dan mengalir air sungai daripadanya; dan ada pula di antaranya Yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air daripadanya; dan ada juga di antaranya Yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah; sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa Yang kamu kerjakan". (Q.S. Al-Baqarah : 74)
Ternyata "sang hati" walaupun ia sangat sensitive ternyata lebih keras daripada batu-batu ditepian sungai, jika hatinya sudah mengeras seperti besi, ataupun lebih dari itu? Maka hati itu bagaikan tanah yang gersang dan tandus, hati itu menjadi tidak sensitive hati itu tidak dapat menerima kebenaran, hati itu tidak lagi dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dihatinya tidak lagi terbit perasaan kasih sayang, hatinya sudah tertutup dari pintu-pintu hidayah yang tebuka lebar. Bunga-bunga hikmah kehidupan yang harum baunya sungguh tidak dapat tumbuh dengan subur bahkan tidak dapat hidup padanya. Hatinya membesi, hatinya sakit, hatinya perlu obat.
Islam agama rahmatan lil alamiin, agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Allah swt telah menciptakan manusia dengan segala persiapan yang sempurna, karena hanya manusia saja yang dijadikan khalifahnya, dan sebagai seorang “wakil” Allah swt dimuka bumi dengan segala problematikanya, maka Allah swt menggenggam hatinya, dan Allah swt Maha Mengetahui tentang hati itu, hati yang senantiasa berhadapan dengan sepak terjang kehidupan, hati yang senantiasa bertukar rasa, hati yang cenderung untuk menjadi resah dan berkarat.
Demi melihat kondisi hati manusia yang sangat komplek itu, maka Allah swt punya cara tersendiri bagaimana mengembalikan kemurnian hati manusia agar ia dapat menerima kembali sinyal dengan sempurna sebagaimana fitrahnya diciptakan dahulu kala, maka Allah swt memberikan obat-obat untuk menjaga kebugaran hati itu, sebagaimana yang diperintahkan didalam al-Quran dan sunnah rasluNya.
Pertama : Menunaikan solat lima waktu. Dengan solat lima waktu maka hati kita akan tertata rapi, jika hati sudah tertata rapi, maka pandangan kita akan menjadi baik, pendengaran akan menjadi baik, perkataan akan menjadi baik, pemikiran akan menjadi baik dan perbuatan akan menjadi baik. Demikianlah yang diceritakan oleh Allah swt kepada kita didalam surah al-Nahl ayat ke 90 dan surah al-Ankabut ayat ke 45. Akan lebih besar kesan atau efeknya jika solat itu dikerjakan secara berjamaah sebagaiman perintah Allah swt war ka’uu maarraki’iina “dan rukuklah kamu semua bersama orang-orang yang rukuk” (Q.S. al-Baqarah : 42) demikian pula sang Rasul mulia bersabda : “Solat berjamaah lebih afdhal dari solat bersendirian sebanyak 25 derajat” (H.R. Bukhari)
Kedua : Gemar bersedekah. Dengan bersedekah maka hilanglah perasaan pelit bin kedekut dari hatinya, gemar bersedekah pula bertambah berkah hartanya, suka bersedekah akan bertambah hartanya. Demikianlah janji Allah swt didalam quranNya : “Bandingan (derma) orang-orang Yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih Yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa Yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya”. (Q.S. al-Baqarah : 261).
Jika dermawan kita, maka banyak pintu kebaikan yang terbuka, namun jika pelit dan kedekut kita, kawan-kawan dan saudaramara-pun tinggalkan kita.
Ketiga : Membaca al-Quran. Rasulullah saw bersabda didalam sebuah hadis yang bermaksud : “Sesungguhnya hati itu boleh menjadi keras seperti kerasnya besi” maka dikatakan kepada beliau : wahai Rasulullah saw dan apa obatnya? Maka beliau berkata : “Membaca al-Quran dan ingat mati”. Orang yang membaca al-Quran dan tidak memahami maknanya, janganlah bersedih hati dan jangan pula beranggapan itu merupakan perbuatan sia-sia karena Allah swt tidak akan menyia-nyiakan amal solehnya demikianlah Allah swt menghibur hati kita seperti yang telah dijelaskan olehnya didalam firmanNya : “Dan sesungguhnya Allah swt tidak akan mempersia-siakan amalan orang-orang yang berbuat baik” (Q.S. Ali Imran : 171, Al-Taubah : 170, Hud : 115 dan Yusuf : 90). Manakala orang-orang yang membaca al-Quran seraya dia memahami maknanya, maka renungkanlah janji-janji Allah swt, renungkan keindahan surga-surgaNya, bayangkan pahit azab nerakanya. Maka dengan cara demikian hati itu akan menjadi lembut, jika hati sudah lembut maka ia bagaikan lahan yang subur yang tumbuh padanya segala macam pohon-pohon yang berwarna-warni bunganya dan semerbak mengharum bunga-bungaannya. Adapun cara yang paling diridhai oleh Allah swt didalam membaca al-Quran, hendaklah seseorang itu membacanya dengan tartil ataupun perlahan sambil mentadabburkan bacaan yang sedang dibaca olehnya. Demikianlah Allah swt memerintahkan didalam firmanNya : dan bacalah Al-Quran Dengan "Tartil". (Q.S. Al-Muzammil : 4)
Keempat : Mengingat kematian. Jika dihadapkan kepada kematian, maka hati yang keras akan menjadi lembut. Berapa ramai manusia yang tadinya mata mereka itu bersinar-sinar dan angkuh? Berapa ramai manusia yang tadinya sangat berambisi dalam mengejar cita-cita? Berapa ramai manusia tadinya merancang plan-plan kejayaan dunianya? Namun ketika datang malaikat maut kepadanya, maka dimanakah letaknya mata yang bersinar-sinar itu? Maka dimanakah ambisi yang besar itu? Maka dimanakah rancangan plan-plan itu? Dimana semua itu? Yang ada sekarang hanya tubuh kaku dan tidak berdaya, bahkan mata itu menjadi sayu, pandangannya menjadi kosong, pandangannya terkadang menggambarkan kekecewaan, tetapi apa yang dikecewakan? Tubuhnya yang dahulunya gagah itu, tubuhnya yang dahulu menggoda itu sekarang tidak lagi laku. Dia tidak lama lagi akan masuk kedalam tanah dan akan menjadi santapan lezat binatang-binatang didalam tanah, melainkan mereka yang Allah swt jaga jasad kasarnya. Duhai tubuh itu, duhai cita-cita itu, duhai dunia, dimana sekarang dikau berada?
Kelima : Memperbanyak muhasabah diri atau menghitung amalan-amalan sepanjang hari. Orang yang senantiasa bermuhasabah akan menyadari kemana telah melangkah kakinya, apa yang telah disentuh oleh tangannya dan apa yang telah dimakan olehnya. Jika kita senantiasa bermuhasabah diri, maka hati ini akan menjadi hidup, dapat merasa. Dia dapat bersinar kemudian menerangi jalan hidup pemiliknya. Hatinya menjadi lentera penerang didalam melalui gelapnya celah-celah kehidupan yang pengap dan kelam. Adapun waktu yang paling baik untuk bermuhasabah adalah sebelah malam, karena saat inilah manusia lebih bersedia untuk melihat kedalam dirinya.
Keenam : Berpuasa. Jika berpuasa seorang hamba, maka bersih hatinya. Jika bersih hatinya maka tidak susah baginya untuk menerima ilmu dan kebenaran. Namun jika kotor hati manusia itu, bebal jadinya dan gelap pandangannya, jika sudah gelap pandangannya maka kemana arah melangkahnya?
Ketujuh : Lihatlah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Rasulullah saw bersabda didalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra :
عن أبي هريرة : عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ( إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه(
Yang bermaksud :
“Daripada Abu Hurairah ra : Rasulullah saw telah bersabda : “Jika seorang darimu melihat kepada orang yang dilebihkan keatasnya dalam harta dan ciptaan, maka hendaklah dia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya”. (H.R. Bukhari Muslim)
Penjelasan hadis : Jika kita melihat mereka yang dilebihkan dalam harta, maka jangan kita berkecil hati, ataupun jika kita melihat mereka lebih cantik, lebih handsome, lebih gagah, lebih tinggi, lebih putih dan mulus kulitnya, lebih mancung hidungnya, lebih lentik bulu matanya, lebih tebal alis matanya, lebih lurus berderai rambutnya, jangan mengatakan Allah tidak adil.
Palingkan pandangan kita kepada mereka yang lebih miskin dari kita, dalam artian jika mereka memiliki kereta atau mobil lebih mewah dari kita punya, maka bersyukurkalah karena tetangga kita tidak dapat membeli kereta yang buruk sekali-pun, jika kita hanya memiliki motosikal, maka jangan berkecil hati karena ternyata tetangga kita kemana-mana pergi naik bas, jika tidak memiliki kendaraan, maka janganlah berkecil hati karena ternyata tetangga kita tidak dapat berjalan disebabkan kakinya diamputasi ataupun terkena lumpuh.
Mereka kurang cantik, kurang handsome, kurang gagah, kurang tinggi, kurang putih mulus kulit, kurang mancung hidung, kurang lentik bulu mata, kurang tebal alis mata, tidak lurus rambutnya (kribo) bersyukurlah karena saudara masih menjadi hamba Allah swt dan bukan hamba nafsu.
Lihatlah mereka yang kurang darimu niscaya tentram jiwamu, namun jika kamu melihat orang-orang yang lebih darimu, maka akan dikhawatirkan hatimu menjadi rosak dan tidak dapat mensyukuri apa yang dikau dapat.
Kedelapan : Mengasihi orang dhaif dan anak yatim. Jika saudara sudah memiliki ketujuh obat diatas, maka agar lebih mujarab, manjur dan lebih berkesan kepada kesehatan hati, maka sempatkanlah diri saudara untuk melihat mereka yang dhaif. Renungkanlah wahai saudara bagaimana sang bayi menangis meminta-minta makan dari ibunya? Lihatlah wahai saudara bagaimana seorang buta yang tercari-cari jalan? Perhatikanlah bagaimana orang-orang miskin itu berebut sedikit makanan? Amat-amatilah wahai saudara bagaimana seorang ibu kebingungan karena tidak dapat membeli makan bayinya? Pikir-pikirkanlah wahai saudara bagaimana keadaan seorang ayah yang tidak lagi mampu berusaha untuk membesarkan anak-anaknya? Dan bayangkanlah wahai saudara, bagaimana keadaan anak-anak yatim yang tidak sempat merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. Maka jika kita masih lagi merasakan desakan-desakan hiba didalam jiwa, insya Allah hati kita masih sehat sempurna.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan saat ini semoga kita yang masih diberikan kesempatan ini (hidup) dapat menambahkan amal dan memperbaiki segala kekurangan.
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
PAGI!!! LUAR BIASA!!!
Rasulullah saw telah bersabda tentang hati itu :
ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله وإذا فسدت فسد الجسد كله ألا وهي القلب
Yang bermaksud :
“Ketahuilah bawaha didalam jasa ada segumpal (seketul) daging, jika baik dia, (maka) baiklah jasad keseluruhannya, dan jika rosak dia, (maka) rosaklah jasad keseluruhannya. Ketahuilah dia itulah “HATI”. (H.R. Bukhari Muslim)
Hati itu bagaikan sebuah antenna yang sangat sensitive, antenna yang sensitive akan menerima segala macam siaran yang sedang mengudara, sehingga semua siaran masuk kedalam radio yang sedang dihidupkan.
Begitu juga hati manusia itu ketika bangun dipagi hari dalam keadaan bersih atau baru “ON” kemudian seorang manusia berhadapan dengan perjuangan “hidup” yang bemacam ragamnya, sehingga hati tadi menerima sinyal yang berbeda-beda, setiap sinyal yang diterima telah memberi efek terhadap hati, hati yang pagi tadi keadaannya masih bersih kini dia sudah merekam berbagai-bagai problematika kehidupan sehingga dipetang hari hati itu mula calar dan ternoda.
Sinyal pada harinya itu ada yang menyenangkan sehingga hati seseorang itu menjadi gembira ada pula yang menyakitkan sehingga hatinya menjadi sedih, ada pula yang mengecewakan sehingga hatinya menjadi geram dan resah. Begitulah seterusnya kehidupannya bergulir penuh dengan sinyal-sinyal permasalahan baik ataupun buruk.
Hati itupun semakin tua, beriringan dengan usia orang yang membawanya, maka hati yang putih itu semakin bertambah runyam dan sekrang kelihatan berkarat, setiap hari hatinya semakin keras dan menghitam, karena tidak pernah disirami oleh sinar-sinar lembutnya “alunan” al-Quran, hatinya tidak disinari oleh belaian kasih sayang nabinya, hatinya tidak pernah diusahakan untuk di “defrag” kembali agar kehidupan esoknya dapat dengan tegar menerima sinyal yang berbagai rupa dan kerenahnya.
Hati itupun keras. Adakah ianya sekeras batu? Tidak ia tidak sekeras batu tetapi lebih keras lagi, apakah itu agaknya? Besikah yang lebih keras dari batu. Betul, hatinya telah menjadi keras lebih keras dari batu!!! Manakala batu-batu itu ada yang memancar darinya sungai-sungai, ada pula diantara batu-batu itu yang pecah kemudian mengalir pula darinya air, dan adapula yang runtuh karena takut kepada Allah swt . Maka berfirmanlah Allah swt didalam surah al-Bqarah mengenai hati manusia itu :
(ثُمَّ قَسَتْ قُلُوبُكُم مِّن بَعْدِ ذَلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ أَوْ أَشَدُّ قَسْوَةً وَإِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الأَنْهَارُ وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاء وَإِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّهِ وَمَا اللّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ) (البقرة : 74 )
"Kemudian sesudah itu, hati kamu juga menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. padahal di antara batu-batu itu ada Yang terpancar dan mengalir air sungai daripadanya; dan ada pula di antaranya Yang pecah-pecah terbelah lalu keluar mata air daripadanya; dan ada juga di antaranya Yang jatuh ke bawah kerana takut kepada Allah; sedang Allah tidak sekali-kali lalai daripada apa Yang kamu kerjakan". (Q.S. Al-Baqarah : 74)
Ternyata "sang hati" walaupun ia sangat sensitive ternyata lebih keras daripada batu-batu ditepian sungai, jika hatinya sudah mengeras seperti besi, ataupun lebih dari itu? Maka hati itu bagaikan tanah yang gersang dan tandus, hati itu menjadi tidak sensitive hati itu tidak dapat menerima kebenaran, hati itu tidak lagi dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, dihatinya tidak lagi terbit perasaan kasih sayang, hatinya sudah tertutup dari pintu-pintu hidayah yang tebuka lebar. Bunga-bunga hikmah kehidupan yang harum baunya sungguh tidak dapat tumbuh dengan subur bahkan tidak dapat hidup padanya. Hatinya membesi, hatinya sakit, hatinya perlu obat.
Islam agama rahmatan lil alamiin, agama yang membawa rahmat bagi semesta alam. Allah swt telah menciptakan manusia dengan segala persiapan yang sempurna, karena hanya manusia saja yang dijadikan khalifahnya, dan sebagai seorang “wakil” Allah swt dimuka bumi dengan segala problematikanya, maka Allah swt menggenggam hatinya, dan Allah swt Maha Mengetahui tentang hati itu, hati yang senantiasa berhadapan dengan sepak terjang kehidupan, hati yang senantiasa bertukar rasa, hati yang cenderung untuk menjadi resah dan berkarat.
Demi melihat kondisi hati manusia yang sangat komplek itu, maka Allah swt punya cara tersendiri bagaimana mengembalikan kemurnian hati manusia agar ia dapat menerima kembali sinyal dengan sempurna sebagaimana fitrahnya diciptakan dahulu kala, maka Allah swt memberikan obat-obat untuk menjaga kebugaran hati itu, sebagaimana yang diperintahkan didalam al-Quran dan sunnah rasluNya.
Pertama : Menunaikan solat lima waktu. Dengan solat lima waktu maka hati kita akan tertata rapi, jika hati sudah tertata rapi, maka pandangan kita akan menjadi baik, pendengaran akan menjadi baik, perkataan akan menjadi baik, pemikiran akan menjadi baik dan perbuatan akan menjadi baik. Demikianlah yang diceritakan oleh Allah swt kepada kita didalam surah al-Nahl ayat ke 90 dan surah al-Ankabut ayat ke 45. Akan lebih besar kesan atau efeknya jika solat itu dikerjakan secara berjamaah sebagaiman perintah Allah swt war ka’uu maarraki’iina “dan rukuklah kamu semua bersama orang-orang yang rukuk” (Q.S. al-Baqarah : 42) demikian pula sang Rasul mulia bersabda : “Solat berjamaah lebih afdhal dari solat bersendirian sebanyak 25 derajat” (H.R. Bukhari)
Kedua : Gemar bersedekah. Dengan bersedekah maka hilanglah perasaan pelit bin kedekut dari hatinya, gemar bersedekah pula bertambah berkah hartanya, suka bersedekah akan bertambah hartanya. Demikianlah janji Allah swt didalam quranNya : “Bandingan (derma) orang-orang Yang membelanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih Yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai itu pula mengandungi seratus biji. dan (ingatlah), Allah akan melipatgandakan pahala bagi sesiapa Yang dikehendakiNya, dan Allah Maha Luas (rahmat) kurniaNya, lagi meliputi ilmu pengetahuanNya”. (Q.S. al-Baqarah : 261).
Jika dermawan kita, maka banyak pintu kebaikan yang terbuka, namun jika pelit dan kedekut kita, kawan-kawan dan saudaramara-pun tinggalkan kita.
Ketiga : Membaca al-Quran. Rasulullah saw bersabda didalam sebuah hadis yang bermaksud : “Sesungguhnya hati itu boleh menjadi keras seperti kerasnya besi” maka dikatakan kepada beliau : wahai Rasulullah saw dan apa obatnya? Maka beliau berkata : “Membaca al-Quran dan ingat mati”. Orang yang membaca al-Quran dan tidak memahami maknanya, janganlah bersedih hati dan jangan pula beranggapan itu merupakan perbuatan sia-sia karena Allah swt tidak akan menyia-nyiakan amal solehnya demikianlah Allah swt menghibur hati kita seperti yang telah dijelaskan olehnya didalam firmanNya : “Dan sesungguhnya Allah swt tidak akan mempersia-siakan amalan orang-orang yang berbuat baik” (Q.S. Ali Imran : 171, Al-Taubah : 170, Hud : 115 dan Yusuf : 90). Manakala orang-orang yang membaca al-Quran seraya dia memahami maknanya, maka renungkanlah janji-janji Allah swt, renungkan keindahan surga-surgaNya, bayangkan pahit azab nerakanya. Maka dengan cara demikian hati itu akan menjadi lembut, jika hati sudah lembut maka ia bagaikan lahan yang subur yang tumbuh padanya segala macam pohon-pohon yang berwarna-warni bunganya dan semerbak mengharum bunga-bungaannya. Adapun cara yang paling diridhai oleh Allah swt didalam membaca al-Quran, hendaklah seseorang itu membacanya dengan tartil ataupun perlahan sambil mentadabburkan bacaan yang sedang dibaca olehnya. Demikianlah Allah swt memerintahkan didalam firmanNya : dan bacalah Al-Quran Dengan "Tartil". (Q.S. Al-Muzammil : 4)
Keempat : Mengingat kematian. Jika dihadapkan kepada kematian, maka hati yang keras akan menjadi lembut. Berapa ramai manusia yang tadinya mata mereka itu bersinar-sinar dan angkuh? Berapa ramai manusia yang tadinya sangat berambisi dalam mengejar cita-cita? Berapa ramai manusia tadinya merancang plan-plan kejayaan dunianya? Namun ketika datang malaikat maut kepadanya, maka dimanakah letaknya mata yang bersinar-sinar itu? Maka dimanakah ambisi yang besar itu? Maka dimanakah rancangan plan-plan itu? Dimana semua itu? Yang ada sekarang hanya tubuh kaku dan tidak berdaya, bahkan mata itu menjadi sayu, pandangannya menjadi kosong, pandangannya terkadang menggambarkan kekecewaan, tetapi apa yang dikecewakan? Tubuhnya yang dahulunya gagah itu, tubuhnya yang dahulu menggoda itu sekarang tidak lagi laku. Dia tidak lama lagi akan masuk kedalam tanah dan akan menjadi santapan lezat binatang-binatang didalam tanah, melainkan mereka yang Allah swt jaga jasad kasarnya. Duhai tubuh itu, duhai cita-cita itu, duhai dunia, dimana sekarang dikau berada?
Kelima : Memperbanyak muhasabah diri atau menghitung amalan-amalan sepanjang hari. Orang yang senantiasa bermuhasabah akan menyadari kemana telah melangkah kakinya, apa yang telah disentuh oleh tangannya dan apa yang telah dimakan olehnya. Jika kita senantiasa bermuhasabah diri, maka hati ini akan menjadi hidup, dapat merasa. Dia dapat bersinar kemudian menerangi jalan hidup pemiliknya. Hatinya menjadi lentera penerang didalam melalui gelapnya celah-celah kehidupan yang pengap dan kelam. Adapun waktu yang paling baik untuk bermuhasabah adalah sebelah malam, karena saat inilah manusia lebih bersedia untuk melihat kedalam dirinya.
Keenam : Berpuasa. Jika berpuasa seorang hamba, maka bersih hatinya. Jika bersih hatinya maka tidak susah baginya untuk menerima ilmu dan kebenaran. Namun jika kotor hati manusia itu, bebal jadinya dan gelap pandangannya, jika sudah gelap pandangannya maka kemana arah melangkahnya?
Ketujuh : Lihatlah orang-orang yang lebih rendah dari kita. Rasulullah saw bersabda didalam sebuah hadis yang disampaikan oleh Abu Hurairah ra :
عن أبي هريرة : عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال ( إذا نظر أحدكم إلى من فضل عليه في المال والخلق فلينظر إلى من هو أسفل منه(
Yang bermaksud :
“Daripada Abu Hurairah ra : Rasulullah saw telah bersabda : “Jika seorang darimu melihat kepada orang yang dilebihkan keatasnya dalam harta dan ciptaan, maka hendaklah dia melihat kepada orang yang lebih rendah darinya”. (H.R. Bukhari Muslim)
Penjelasan hadis : Jika kita melihat mereka yang dilebihkan dalam harta, maka jangan kita berkecil hati, ataupun jika kita melihat mereka lebih cantik, lebih handsome, lebih gagah, lebih tinggi, lebih putih dan mulus kulitnya, lebih mancung hidungnya, lebih lentik bulu matanya, lebih tebal alis matanya, lebih lurus berderai rambutnya, jangan mengatakan Allah tidak adil.
Palingkan pandangan kita kepada mereka yang lebih miskin dari kita, dalam artian jika mereka memiliki kereta atau mobil lebih mewah dari kita punya, maka bersyukurkalah karena tetangga kita tidak dapat membeli kereta yang buruk sekali-pun, jika kita hanya memiliki motosikal, maka jangan berkecil hati karena ternyata tetangga kita kemana-mana pergi naik bas, jika tidak memiliki kendaraan, maka janganlah berkecil hati karena ternyata tetangga kita tidak dapat berjalan disebabkan kakinya diamputasi ataupun terkena lumpuh.
Mereka kurang cantik, kurang handsome, kurang gagah, kurang tinggi, kurang putih mulus kulit, kurang mancung hidung, kurang lentik bulu mata, kurang tebal alis mata, tidak lurus rambutnya (kribo) bersyukurlah karena saudara masih menjadi hamba Allah swt dan bukan hamba nafsu.
Lihatlah mereka yang kurang darimu niscaya tentram jiwamu, namun jika kamu melihat orang-orang yang lebih darimu, maka akan dikhawatirkan hatimu menjadi rosak dan tidak dapat mensyukuri apa yang dikau dapat.
Kedelapan : Mengasihi orang dhaif dan anak yatim. Jika saudara sudah memiliki ketujuh obat diatas, maka agar lebih mujarab, manjur dan lebih berkesan kepada kesehatan hati, maka sempatkanlah diri saudara untuk melihat mereka yang dhaif. Renungkanlah wahai saudara bagaimana sang bayi menangis meminta-minta makan dari ibunya? Lihatlah wahai saudara bagaimana seorang buta yang tercari-cari jalan? Perhatikanlah bagaimana orang-orang miskin itu berebut sedikit makanan? Amat-amatilah wahai saudara bagaimana seorang ibu kebingungan karena tidak dapat membeli makan bayinya? Pikir-pikirkanlah wahai saudara bagaimana keadaan seorang ayah yang tidak lagi mampu berusaha untuk membesarkan anak-anaknya? Dan bayangkanlah wahai saudara, bagaimana keadaan anak-anak yatim yang tidak sempat merasakan kasih sayang kedua orang tuanya. Maka jika kita masih lagi merasakan desakan-desakan hiba didalam jiwa, insya Allah hati kita masih sehat sempurna.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan saat ini semoga kita yang masih diberikan kesempatan ini (hidup) dapat menambahkan amal dan memperbaiki segala kekurangan.
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Keutamaan Bertakwa
Bismillahirrahmanirrahiim
Assalamualaikum wR wB
MAHA SUCI ENGKAU YA ALLAH!!!
Allah swt sangat menyukai hamba-hamba yang bertakwa atau boleh dikatakan mereka yang bertakwa sangat dicintai oleh Allah swt. Seluruh kaum muslimin itu dapat serta mampu untuk menjadi seorang bertakwa, karena semua mereka bisa memang berkemampuan untuk melaksanakan perintah-Nya menurut kemampuan masing-masing dan setiap individu dari umat ini juga berkemampuan untuk meninggalkan segala bentuk maksiat terhadap-Nya. Orang-orang yang sentiasa menjalankan perintah Allah swt dan sentiasa meninggalkan larangan-Nya, mereka itulah yang dikategorikan kepada golongan orang-orang yang bertakwa.
Keutamaan-keutamaan bertakwa dapat saya “rangkumkan” seperti berikut :
Pertama : Allah swt memberikan kejayaan bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah : 189, Ali Imran : 130,200, Yusuf : 90)
Kedua : Allah swt sentiasa menyertai orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah : 194)
Ketiga : Allah swt melindungi orang-orang yang bertakwa dari azabNya (Q.S. al-Barah : 196)
Keempat : Allah swt akan memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah : 282)
Kelima : Allah swt akan merahmati orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Hujurat : 10)
Keenam : Allah swt mengampunkan dosa-dosa orang yang bertakwa dan akan dibesarkan ganjaran amalannya (Q.S. al-Hujurat : 12, al-Thalaq : 5)
Ketujuh : Allah swt akan mengokohkan kedudukan orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Taubah : 109)
Kedelapan : Allah swt akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Thalaq : 2)
Kesembilan : Allah swt memberikan rezeki dari tempat yang tak terduga kepada orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Thalaq : 3)
Kesepuluh : Allah swt akan memudahkan setiap urusan orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Thalaq : 4)
Kesebelas : Takwa merupakan sebaik-baik perbekalan (Q.S. al-Baqarah : 197)
Kedua belas : Takwa merupakan sebaik-baik pakaian (Q.S. al-A’raf : 26)
Ketiga belas : Ketakwaan dapat mencapai ridha Allah swt (Q.S. al-Haj : 37)
Keempat belas : Manusia yang paling mulia disisi Allah mereka yang bertakwa (Q.S. al-Hujuraat : 13)
Maka marilah kita berdoa dengan doa berikut :
اللهم اجعلنا من المتقين
Yang bermaksud :
“Wahai Allah, jadikanlah kami termasuk kedalam golongan hamba-hamba yang bertakwa”. amiiin
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum wR wB
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Assalamualaikum wR wB
MAHA SUCI ENGKAU YA ALLAH!!!
Allah swt sangat menyukai hamba-hamba yang bertakwa atau boleh dikatakan mereka yang bertakwa sangat dicintai oleh Allah swt. Seluruh kaum muslimin itu dapat serta mampu untuk menjadi seorang bertakwa, karena semua mereka bisa memang berkemampuan untuk melaksanakan perintah-Nya menurut kemampuan masing-masing dan setiap individu dari umat ini juga berkemampuan untuk meninggalkan segala bentuk maksiat terhadap-Nya. Orang-orang yang sentiasa menjalankan perintah Allah swt dan sentiasa meninggalkan larangan-Nya, mereka itulah yang dikategorikan kepada golongan orang-orang yang bertakwa.
Keutamaan-keutamaan bertakwa dapat saya “rangkumkan” seperti berikut :
Pertama : Allah swt memberikan kejayaan bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah : 189, Ali Imran : 130,200, Yusuf : 90)
Kedua : Allah swt sentiasa menyertai orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah : 194)
Ketiga : Allah swt melindungi orang-orang yang bertakwa dari azabNya (Q.S. al-Barah : 196)
Keempat : Allah swt akan memberikan ilmu pengetahuan kepada mereka yang bertakwa (Q.S. al-Baqarah : 282)
Kelima : Allah swt akan merahmati orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Hujurat : 10)
Keenam : Allah swt mengampunkan dosa-dosa orang yang bertakwa dan akan dibesarkan ganjaran amalannya (Q.S. al-Hujurat : 12, al-Thalaq : 5)
Ketujuh : Allah swt akan mengokohkan kedudukan orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Taubah : 109)
Kedelapan : Allah swt akan memberikan jalan keluar dari setiap kesulitan bagi orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Thalaq : 2)
Kesembilan : Allah swt memberikan rezeki dari tempat yang tak terduga kepada orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Thalaq : 3)
Kesepuluh : Allah swt akan memudahkan setiap urusan orang-orang yang bertakwa (Q.S. al-Thalaq : 4)
Kesebelas : Takwa merupakan sebaik-baik perbekalan (Q.S. al-Baqarah : 197)
Kedua belas : Takwa merupakan sebaik-baik pakaian (Q.S. al-A’raf : 26)
Ketiga belas : Ketakwaan dapat mencapai ridha Allah swt (Q.S. al-Haj : 37)
Keempat belas : Manusia yang paling mulia disisi Allah mereka yang bertakwa (Q.S. al-Hujuraat : 13)
Maka marilah kita berdoa dengan doa berikut :
اللهم اجعلنا من المتقين
Yang bermaksud :
“Wahai Allah, jadikanlah kami termasuk kedalam golongan hamba-hamba yang bertakwa”. amiiin
Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum wR wB
Masyhuri Masud
IIUM (MIRKH Quran Sunnah)
Subscribe to:
Posts (Atom)