Tuesday, August 18, 2009

Contoh-contoh Istri yang ta’at dan yang ingkar

Assalamualaikum wR wB

Kontribusi dari saudara Dani Permana

Kita mungkin mengetahui bahwa dalam kehidupan nyata ini, kita bisa menemui
hal-hal yang telah Allah gambarkan 14 abad yang lalu, sesungguhnya
kisah-kisah yang di gambarkan oleh Allah dalam al Qurlan ini bisa di ambil
pelajarannya.

Artinya : Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang
kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di
antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua
suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun
dari (siksa) Allah; dan dikatakan (kepada keduanya); "Masuklah ke neraka
bersama orang-orang yang masuk (neraka)".
(QS. At Tahrim : 10)

Allah menggambarkan tentang istri Nabi Nuh dan Luth sebagai perumpamaan bagi
orang-orang yang mau mengambil pelajaran. Dalam ayat tersebut diatas Allah
meng-kisahkan bahwa istri-istri kedua Nabi tersebut adalah berkhianat kepada
suaminya. Berkhianat disini bukanlah berkhiatanat dalam hal berzinah ataupun
serong, melainkan berkhianat dalam hal agama dan tauhid.

Allah memberikan perumpamaan kepada orang-orang kafir, bahwa para istri Nabi
tersebut hidup dalam lingkungan dan berbaur dengan orang-orang beriman dan
shalih, akan tetapi bukan jaminan bagi orang-orang yang ingkar, orang-orang
ingkar itu tidak dapat mengambil manfaat semua itu dari Allah bila tidak ada
iman di dada-dada mereka.

Firman Allah , lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, yaitu berkhianat dalam keimanan. Yakni keduanya tidak mau berjalan bersama dalam keimanan dan tidak mempercayaan kerasulan keduanya. Kemudian bahwa kedua Nabi itu tdak bisa membantu istrinya sedikitpun dari siksa Allah lantaran kekufuran mereka berdua. Kemudian Allah berfirman “Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka) “

Berkata Adh Dhahaq, dari Ibnu Abbas :

Artinya: “Istri Nabi tidak ada yang bermiain serong, pengkhianatan keduanya
itu hanyalah dalam hal agama.”. Dan hal ini dikatakan pula oleh ‘Ikrimah dan
Sa’id bin Jubair.


Artinya : Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang-orang yang
beriman, ketika ia berkata: "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di
sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya dan
selamatkanlah aku dari kaum yang lalim",
(QS. At Tahrim : 11)

Ayat berikutnya dari surah Al Qashash ini adalah perumpamaan bagi orang
beriman yang ayat sebelumnya membicarakan perumpamaan untuk orang-orang
kafir.

Bahwa pergaulan orang-orang beriman dengan orang-orang kafir tidak akan
mendatangkan mudharat apa-apa bagi mereka, bila memang membutuhkan mereka.
Sebagaimana firman Allah : “Janganlah orang-orang mu'min mengambil
orang-orang kafir menjadi wali (pemimpin) dengan meninggalkan orang-orang
mu'min. Barangsiapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan
Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti
dari mereka (QS. Al Imran :28)”

Berkata Qatadah “Bahwa Fir’aun telah bertindak sewenag-wenag kepada kaumnya
dan mengkafirkan mereka. Maka demi Allah, kekufuran suaminya itu tidak
menimbulakan mudharat bagi istrinyayang ta’at kepada Allah, agar mereka
mengetahui bahwa Allah Ta’ala mempunyai hokum yang adil”

Istri Fir’aun yang shalihah ini bernama Asiah binti Muzahim ra, dia berdo’a
“selamatkanlah aku dari Firaun dan perbuatannya” yaitu lepaskanlah diriku
darinya, sebab aku berlepas diri dari semua perbuatannya demi Engkau. “dan
selamatkanlah aku dari kaum yang lalim” yaitu orang-orang yang telah
menzhalimi diri mereka sendiri dengan melakukan kekufuran terhadap Tuha
langit dan bumi beserta isi dan yang ada pada keduanya, Tuhan segala
sesuatu dan Zat yang layak di sembah.

Demikian pula terjadi kepada istri bendahara Fir’aun, ia telah beriman.
Namun diketahui oleh putrid Fir’aun dan dilaporkan kepada ayahnya. Datanglah
perintah untuk meyiksanya agar dia kembali kufur kepada Allah dan menjadikan
Fir’aun sebagai Tuhan. Namun dia menolak dan mengatakan, Demi Tuhanku dan
Tuhanmu dan Tuhan Segala Sesuatu, Allah saja, hanya kepada-Nya aku
menyembah.

Lalu Fir’aun mengancam bahwa kedua anak istri bendahara Fir’aun titu akan
disembelih pada mulutnya. Dia menantang, berbuatlah sesukamu. Maka Fir’aun
menyembelih putranya satu persatu pada mulutnya.

Baik Istri Fir’aun maupun Istri bendahara Fir’aun menghadapi berbagai macam
ancaman dan siksaan, namun keduanya tidak bergeming untuk kufur kepada
Allah. Hingga siksaan demi siksaan membawa mereka dibunuh oleh kekejaman
Fir’aun. Semoga Allah menyayangi Istri Fir’aun dan istri bendaharawannya,
dan meridhoi keduanya.

Artinya :” dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami
tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia
membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan Kitab-kitab-Nya; dan adalah dia
termasuk orang-orang yang taat.”
(al – Qashash : 12)ditiupkannya

Ayat dari al Qhashash ayat 12 ini mengkisahkan Maryam putri Imran yang
menjaga kehormatannya selama hidupnya hingga datang ketentuan Allah, yakni
di tiupkannya ke dalam rahimnya ruh ciptaan Allah dan kemudian Maryam
membenarkan takdir dan syari’at-Nya. Dan Maryam adalah termasuk orang-orang
yang taat kepada Tuhan-Nya.

Imam At Thobary berkata

Firman Allah : { dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya }
Firman Allah ini seperti (perumpamaan) yang disebutkan sebelumnya yaitu
“perumpamaan bagi orang-orang yang beriman” bahwa Maryam putri Imran yang
memelihara kehormatannya.

Yang bisa di jadikan pelajaran adalah bahwa wanita yang ta’at adalah wanita
yang bisa menjaga kehormatannya dan ridho kepada takdir dan syari’at-Nya
yang telah ditetapkan kepadanya.

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami
tiupkan ke dalam (tubuh) nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya
tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. (QS al Anbiya : 91)

Berkata Imam Ahmad, dari Ibnu Abbas ra :

Artinya: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam, pernah membuat empat garis
diatas tanah dan bertanya Tahukah kalian apakah garis ini? Mereka berkata
Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi
wasallam bersabda “Waniata-wanita penduduk surga yang paling utama adalah
Khadijah binti Khuwalid, Fatimah Binti Muhammad, Maryam binti Imran, dan
Asiah binti Muzahim istri Fir’aun ”


Semoga dari kisah dalam al Qur’an ini bisa diambil manfaatnya, bagaimana
sifat-sifat wanita baik yang ta’at maupun ingkar, meskipun mereka berbaur
dengan orang-orang yang beriman dan zhalim.

Sesungguhnya dari kisah-kisah dalam Al Qur’an itu ada hal yang bisa diambil
pelajarannya, bagi orang yang berfikir

No comments:

Post a Comment